13 SMA/MA di NTB Lulus 0 Persen

tidak lulusDari 539 sekolah menengah atas/madrasah aliyah negeri dan swasta yang mengikuti ujian nasional di Nusa Tenggara Barat, sebanyak 13 SMA/MA kelulusannya 0 persen. Para siswa di sekolah itu tidak mampu memenuhi standar nilai kelulusan nasional 5,50.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga NTB H Ma’shum di Mataram, Selasa (16/6). ”Hasil UN itu kan berdasarkan penilaian dari Pusat Penilaian Pendidikan dan Badan Standar Nasional Pendidikan di Jakarta,” ujarnya. SMA/MA yang 100 persen siswanya tidak lulus itu seluruhnya 329 orang.

Di Lombok Timur ada 5 sekolah yang kelulusannya 0 persen, sementara Kota Mataram 3 sekolah, Dompu 3 sekolah, Lombok Barat 1 sekolah, dan Sumbawa 1 sekolah.

Perihal sanksi bagi sekolah-sekolah itu, menurut Ma’shum, tidak ada ketentuan hukumnya. Itu bergantung pada pertimbangan dan evaluasi dinas pendidikan tiap kabupaten/kota.

Penutupan sekolah

Dinas Pendidikan Surabaya Sahudi mengkaji kemungkinan menutup sekolah-sekolah yang semua pelajarnya tidak lulus Ujian Nasional 2009. Sekolah itu dinilai tidak memberikan kontribusi positif peningkatan kualitas pendidikan. Untuk sekolah-sekolah itu, menurut dia, diberikan kesempatan memperbaiki diri maksimal tiga kali kesempatan.

Terkait SMA Wali Songo di Jalan Simojawar, Surabaya, yang semua pelajarnya tidak lulus, ia mengatakan, ”Harus dipertimbangkan akses pendidikan di sekitarnya. Apakah ada sekolah pengganti atau tidak? Kalau ada, bisa dimerger atau ditutup.” Pihaknya belum memastikan akan menerima izin perubahan nama SMA itu atau tidak. Wakil Kepala SMA Wali Songo Ishaq Maloko mengatakan, pihaknya sudah pasti akan mengganti nama sekolah menjadi SMA Rajawali.

Tak mendapat nilai

Sementara itu, 70 siswa SLTA di Kalimantan Timur belum mendapat nilai untuk salah satu mata pelajaran ujian nasional. Akibatnya, pengumuman kelulusan bagi 34.447 siswa SLTA ditunda sampai Jumat (19/6).

Di Jawa Barat, akibat nilai-nilai yang tidak masuk akal, pengumuman kelulusan SMK ditunda, sementara pengumuman SMA/MA telah dilakukan Selasa. Dinas Pendidikan Jabar masih melakukan verifikasi data terkait nilai ujian kompetensi. ”Dari nilai minimal 7, mayoritas anak didik hanya mendapatkan nilai 1-2. Bahkan ada yang mendapat nilai nol,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Wachyudin Zarkasyi.

Tinjau ulang UN

Di Mojokerto, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengisyaratkan perlu peninjauan ulang terhadap UN. Hal itu terkait dengan relatif tidak setaranya akses para pelajar di kota besar dan kota kecil atau desa.

Fakta itu menjadi persoalan saat standar akhir UN disamakan secara menyeluruh untuk setiap daerah di Indonesia. Apalagi jika menjelang ujian tahap akhir itu ada peserta ujian yang kemudian terganggu kesehatannya sehingga tidak bisa bersiap secara penuh dan kemudian tidak lulus. ”Saya usul agar (yang tidak lulus) diberi kesempatan,” kata Gus Ipul, panggilan akrab Saifullah Yusuf.

sumber: kompas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s