INFO PENTING: VIRUS FLU BABI SUDAH SAMPAI DI INDONESIA

flu babivirus H1N1 atau di kenal dengan istilah virus flu babi yang menjadi momok menakutkan di seluruh dunia kini sudah mulai menyebar di indonesia. rasa takut dan khawatir akan tertular penyakit ini pun semakin besar pula. penyabaran virus ini pun tergolong lebih mudah. berita tentang penderita penyakit ini pun terus bertambah di negeri kita.

berikut kutipan-kutipan berita detik.com tentang virus flu babi di indonesia.

Medan – Menyusul dugaan flu babi terhadap sejumlah orang di Medan, beberapa warga berdatangan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik Medan. Mereka memeriksakan diri sekaligus memastikan kesehatannya bebas dari virus H1N1.

Ada sembilan warga yang datang memeriksakan kondisi kesehatannya ke ruang khusus pemeriksaan flu babi. Masing-masing bocah berinisial FH berusia 10 tahun, EZ dan NC keduanya berusia 8 tahun, EG dan MM 7 tahun dan RH berumur 5 tahun. Sedang tiga keluarga lain yang turut mengantar juga diperiksa, masing-masing inisial E 42 tahun, LCS dan EL.

“Dari sembilan yang datang, enam di antaranya penumpang pesawat Air Asia, satu pesawat dengan sebelas pasien suspect flu babi yang sedang kita rawat. Sedang tiga lagi adalah keluarga bersangkutan yang sering kontak fisik,” kata Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Adam Malik, Atma Wijaya, Jumat (3/7/2009).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kesembilan warga ini memiliki suhu normal sekitar 36 derajat celcius dan tidak terindikasi terjangkit virus H1N1 dan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

“Jika dalam sepekan ada mengalami gejala flu atau panas tinggi, warga bersangkutan diminta segera datang ke rumah sakit,” kata Wijaya.

Sembilan warga ini datang dengan kesadaran sendiri, karena khawatir terjangkit virus flu babi. Diharapkan, warga atau penumpang lain juga melakukan hal yang sama agar penyebaran flu babi segera dapat dideteksi.

Denpasar: Rumah Sakit Sanglah, Denpasar, Bali, menerima dua pasien turis asal Australia yang diduga mengidap flu babi, Sabtu (4/7). Kini RS Sanglah merawat delapan pasien dugaan flu babi. Tiga di antaranya dinyatakan positif, yaitu turis asal Australia, Argentina, dan Jerman.

Sejauh ini keluhan pasien yang baru masuk ke ruang isolasi adalah gejala mirip flu babi. Mengingat keduanya merupakan warga Australia yang oleh Badan Kesehatan Dunia sudah dinyatakan sebagai negara pandemi flu babi maka penanganan terhadap kedua diberlakukan dengan standar penanganan H1N1.

Di Medan, Sumatra Utara, jumlah pasien dugaan flu babi di RS Umum Pusat Haji Adam Malik bertambah. Kemarin, rumah sakit itu menerima satu pasien. Pihak rumah sakit mengatakan pihaknya kini memusatkan perhatian pada tiga dari 12 pasien dugaan flu babi yang dirawat karena kondisinya sangat rentan.

Pihak rumah sakit akan menyiapkan ruang tambahan sebagai tambahan ruang isolasi yang luasnya tidak memadai. Penambahan ruang ini untuk mengantisipasi lonjakan pasien dugaan flu babi setelah pemeriksaan para penumpang Air Asia yang berangkat bersama 12 pasien dugaan flu babi.

WHO: Lebih dari 89 Ribu Orang Terjangkit Flu Babi

jumlah kasus flu H1N1 (flu babi) di dunia terus bertambah dengan cepat. Korban meninggal pun terus bertambah.

Sejauh ini setidaknya sudah 89.921 kasus flu babi yang dilaporkan secara global. Angka itu termasuk 382 kematian. Demikian data terakhir menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) seperti dilansir News.com.au , Senin (6/7/2009).

Dari jumlah itu, kasus flu babi terbanyak masih dilaporkan di Amerika Serikat (AS). Negeri adikuasa itu telah melaporkan setidaknya 33.902 kasus termasuk 170 kematian. Diikuti kemudian oleh Meksiko yang telah melaporkan 10.262 kasus termasuk 119 kematian.

Kanada menjadi negara ketiga dengan jumlah kasus terbanyak di dunia. Negeri itu telah melaporkan setidaknya 7.983 kasus termasuk 25 kematian. Diikuti kemudian oleh Inggris dengan 7.447 kasus termasuk 3 kematian.

Beberapa waktu lalu WHO telah mengumumkan berlakunya pandemi flu babi. Ini merupakan pandemi flu pertama yang terjadi di dunia dalam kurun waktu 40 tahun. Belum jelas sampai kapan pandemi flu ini akan berakhir. Namun WHO telah mengingatkan bahwa pandemi flu bisa berlangsung hingga satu atau dua tahun.

Menkes: RI Otomatis KLB Flu Babi

Jakarta – Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan flu babi (H1N1) sebagai kejadian luar biasa (KLB) untuk seluruh dunia sejak 11 Juni 2009 lalu. Dengan pernyataan WHO itu, otomatis status flu babi di Indonesia pun menjadi KLB.
“Indonesia, walaupun saya tidak mengumumkan KLB secara khusus, tetapi otomatis KLB. Karena WHO sudah menyatakan pandemic alert sudah sampai level 6. Ini berarti sudah KLB seluruh dunia,” kata Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari menegaskan Indonesia dalam jumpa pers di kediamannya, Jalan Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (12/7/2009).

“Jadi jangan dibilang saya tidak mengumumkan KLB karena secara otomatis dengan pengumuman WHO seluruh dunia KLB,” tegas Menkes lagi.

Di Indonesia sendiri data hingga 12 Juli sudah 64 orang yang positif H1N1. Rinciannya 43 laki-laki dan 21 perempuan. Tapi dari jumlah itu tak semua WNI. 12 suspek yang terakhir, 2 orang WNI dan 5 dari luar dan punya riwayat perjalanan ke luar negeri.

4 Warga Terjangkit Virus Flu Babi
Dinkes Jatim Usulkan Status KLB untuk Jawa Timur

Virus flu babi sudah merambah Jawa Timur. Akibat virus itu, 3 orang di Surabaya dan 1 orang di Kota Malang dinyatakan positif terjangkit virus H1N1. Untuk menghadapi situasi ini, Dinkes Jatim mengirimkan surat ke pemerintah provinsi untuk menaikkan status dari waspada menjadi kondisi luar biasa (KLB).

“Kita sudah ajukan surat peningkatan status KLB ke gubernur tadi pagi,” kata Kepala Dinkes Provinsi Jawa Timur, Pawik Supriadi kepada wartawan di kantornya di Jalan Ahmad Yani, Senin (13/7/2009).

Menurut Pawik, Dinkes tidak mempunyai wewenang untuk merubah status waspada menjadi KLB. Karena yang mempunyai wewenang menaikkan status itu adalah gubernur.

Pihaknya juga tidak berani mengeluarkan travel warning meski mereka mempunyai wewenang. Ini dikhawatirkan berdampak pada masyarakat.

“Belum ada travel warning, karena takut berdampak pada masyarakat. Oleh karenanya Dinkes berharap pada masyarakat luas yang mengetahui gejala flu babi dan tidak berkontak langsung dengan orang yang baru datang dari luar negeri atau provinsi lain (Bali,red) segera melaporkan ke puskesmas terdekat,” tandasnya.

Mereka juga memaksimalkan 9 rumah sakit rujukan untuk flu burung mengatasi pasien suspect flu babi. Mereka juga akan menurunkan tim sebanyak 16-20 orang yang duduk dengan tiga pasien flu babi yang saat ini dirawat.

RSHS Kedatangan Pasien Suspect Flu Babi ke-13

RS Hasan Sadikin kembali menerima pasien suspect H1N1 atau flu babi yang ke-13, Selasa (14/7/2009). Pasien berinisal B (13). Dari riwayat perjalanan, B sempat ikut rombongan ibunya pelesir ke Bali pekan lalu.

Hal tersebut dikatakan anggota tim penanganan infeksi khusus RSHS dr Primal Sudjana yang ditemui wartawan di pelataran Ruang Falmboyan RSHS Jalan Pasteur, selasa (14/7/2009).

“Pasien masuk pukul 03.30 WIB subuh tadi dan merupakan ” ujar Primal.

Ditambahkan Primal, ketika masuk Ruang Flamboyan kondisi suhu badan B dalam keadaan panas tinggi mencapai 39 derajat celcius.

“Pasien mendapat rujukan dari dokter di luar rumah sakit,” ungkapnya.

Meski pergi bersama ibunya, disebutkan Primal, ibu pasien tidak terjangkit virus H1N1. “Yang akan kita tanyakan apakah ada rombongan lainnya yang memiliki gejala ILI (Inflluenza likes Illness),” kata Primal.

Dengan masuknya B ke Ruang Flamboyan, hingga saat ini telah tercatat 13 orang pasien suspect flu babi yang dirawat RSHS sejak isu flu babi merebak.

Diduga Suspect Flu Babi, 10 Santri Ponpes Gontor Diisolasi

Ponorogo – Penyebaran virus flu babi atau H1N1 mulai merambah ujung barat Jatim. Tercatat ada 10 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Gontor dirawat di RS Aisyah Ponorogo karena diduga terjangkit flu babi.

Salah satu pengurus Ponpes Gontor mengatakan ke 10 santrinya tersebut mengalami panas dan batuk sejak 2 terakhir. Dari riwayatnya tidak ada kontak dengan hewan di ponpes. Kemungkinan mereka tertular seseorang yang berkunjung ke ponpes. Namun untuk antisipasi maraknya flu babi pihaknya langsung membawa ke RS Aisyah Jalan Dr Soetomo Ponorogo.

“Sudah 2 hari terakhir mengalami demam dan batuk karena khawatir lagi marak flu babi maka langsung kita bawa ke RS ini,” jelas Indro kepada wartawan di ruang isolasi, Jumat (16/7/2009) .

Sementara salah satu dokter, dr Ruliana mengatakan ke-10 pasien pertama masuk mengalami gejala demam lebih dari 38 bahkan sampai 39,4 derajat celcius.

“Pertama masuk 38-39 derajat celcius dan mengalami batuk serta mual dan harus menjalani perawatan di ruang isolasi,” kata Ruli.

Dia menambahkan, ke-10 pasien itu dirawat di dua ruangan yakni ruang isolasi dan ruang arofah. Selain itu pihaknya telah memberikan tamiflu. Rencanaya, ke-10 pasien suspect flu babi ini akan diambil sampel lendir dari tenggorokan dan dikirim di laboratoriun Jakarta.

Sementara Direktur RS Aisyah Ponorogo, dr Rini Krisnawati mengaku bahwa 10 pasien tersebut dinyatakan suspect flu babi karena dirawat secara mendadak dalam 2 kali dalam sehari.

“Kesemuanya kita duga terkena H1N1 dan kita tetap akan lakukan tes cairan lendir di tenggorokannya kemungkinan nanti sore akan dilakukan oleh tim kita,” jelas.

Rini menambahkan, untuk kesiapan dalam penanganannya kali ini pihak RS telah menyediakan 150 butir tamiflu untuk jangka waktu 5 hari ke depan dalam perawatan 10 pasien tersebut.

Ke-10 santri itu yakni RY (13) asal Malang, IS (18) asal Kalimantan, AS (15) asal Surabaya, FI (16) asal Makasar, MA (14) asal Jakarta, BG (13) asal Pasuruan, FD (13) asal Jakarta, HF (18) asal Tuban, AW (14) dr Jogja dan AB (12).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s